Kamis, 23 Oktober 2014

       BOTOL MANCI

Pernah anda mendengar kata Botol Manci ?? mungkin bagi orang2 di maluku, kata botol manci itu sdh tdk asing lagi tapi akan terdengar asing oleh orang2 yg blm pernah mendengarnya.ciri ciri khusus botol manci itu hampir Mirip (tidak sama persis) dengan Kurcaci.

Botol manci itu adalah mahkluk gaib yang bertubuh kecil (seperti bayi) yang memakai topi bayi (karpus) mirip santa claus dan memegang sebuah botol susu. mungkin saja kata botol manci ini terambil dari botol yang biasa di pegang oleh si botol manci tersebut.

Botol manci dalam cerita rakyat maluku adalah bukan sebuah legenda, namun hal ini sangat nyata ada dan dapat di lihat oleh orang yang terlahir dengan "sarong" (selaput yg membungkus bayi pada saat dilahirkan). anak-anak yang terlahir dgn sarong memilki mata yang terang dan dapat melihat hal-hal gaib, yg bukan saja untuk botol manci namun Roh-roh gaib lain juga.

Penggambaran diri Botol Manci adalah rupanya yang

seperti manusia, namun berukuran lebih kecil dan pendek.

Mereka berjenis kelamin laki-laki  dan perempuan, ada yang

masih bayi dan ada juga yang sudah tua berjanggut panjang

dan tampak lebih tua dari ukuran tubuhnya yang tetap

Kerdil,mungil/kecil/pendek. Mereka hidup dalam alam yang

Gaib, yang sewaktu-waktu dapat di lihat oleh mata manusia.


botol manci dapat dilihat pada malam hari, kedatangannya

dapat di tandai dengan warni2 lampu di malam hari mirip

seperti kelap-kelip lampu,ataupun seperti kunang2 di waktu malam.
Botol manci ini seperti manusia layaknya, ada yang baik ada juga yang jahat. Banyak hal-hal aneh  yg sering  terjadi  di maluku,  ada anak-anak bayi yang kedapatan lagi  bermain2 denga botol manci, ada juga yang dapat piring emas karena dapat petunjuk dari botol manci. tapi yang sering terjadi adalah anak-anak yang pernah hilang karena di sembunyikan oleh botol manci, hilang berhari-hari dan di cari oleh warga sampai ke dalam hutan tapi tidak di temukan anak yang hilang tersebut namun oleh Dukun Kampung (orang yang terlahir dengan Sorang dan  memiliki kekuatan Magic) dapat melihatnya dan memberitahukan kepada orang-tuanya kalo anaknya itu sementara ada di balik pintu kamar.
"Anak-anak yang disembunyikan oleh botol manci tersebut akan memiliki Tubuh yang kerdil"  tubuhnya tidak akan tinggi lagi semenjak dia disembunyikan.


Rabu, 22 Oktober 2014

    
                                                        NENEK LUHU

Nenek Luhu adalah seorang tokoh yang dikisahkan hilang secara misterius menurut kepercayaan masyarakat ambon , Maluku,indonesia . Konon katanya pada zaman Belanda, di negeri pulau seram, Maluku diperintah oleh seorang raja yang bernama raja gimelaha luhu tubanyang lebih dikenal dengan nama raja luhu.Sang Raja memiliki seorang permaisuri yang bernama Puar Bulan.  Sang Raja dan Sang permaisuri dikaruniai 3 orang anak. Anak sulung adalah perempuan yang bernama Ta Ina Luhu, dan dua anak yang lain adalah laki-laki yang bernama Sabadin Luhu dan Kasim Luhu. Ta Ina Luhu memiliki perangai yang baik, penurut, rajin beribadah, mandiri  serta sayang kepada keluarga.Suatu ketika kabar tentang kekayaan dan ketentraman Negeri Luhu didengar oleh penjajah Belanda yang berkedudukan di Ambon. Belanda pun menyerang Negeri Luhu dengan persenjataan lengkap. Raja Luhu dan pasukannya berusaha melakukan perlawanan, tetapi belanda berhasilkan menjatuhkan Negeri Luhu dan menguasainya. Raja Luhu dan keluarganya serta seluruh rakyatnya tewas dalam pertempuran tersebut. Satu-satunya orang yang selamat pada saat itu adalah putri raja, Ta Ina Luhu. Namun, ia ditangkap dan dibawa oleh penjajah Belanda ke Ambon, untuk dijadikan istri panglima perang Belanda.  Dengan penolakkan untuk dijadikan istri, Ta Ina Luhu diperkosa olehpanglima Belanda.  Karena selalu diperlakukan tidak senonoh oleh panglima tersebut, Ta Ina Luhu berusaha melarikan diri.  Suatu malam, Ta Ina Luhu berhasil melarikan diri dari Kota Ambon.   Pada malam itu juga Ta Ina Luhu berjalan menuju ke sebuah negeri yang bernama Negeri Di Negeri Soya Ta Ina Luhu disambut baik oleh Keluarga Raja Soya, bahkan dianggap sebagai keluarga istana Soya.  Setelah beberapa bulan tinggal di istana Soya, Ta Ina Luhu hamil dan berniat melarikan diri dari istana Soya.  Esoknya, saat suasana istana sedang sepi di malam hari, ia mengendap-endap menuju pintu belakang dan menaiki kuda Sang Raja. Ia sengaja tak memberitahu kepergiannya kepada keluarga raja soya , karena pastinya keluarga Raja Soya tidak akan mengizinkannya.

Sesampainya di puncak gunung Ta Ina Luhu beristirahat di bawah pohon  jambu . Ketika hari menjelang siang ia mendengar suara para pasukan Raja Soya memanggilnya dari kejauhan. Ia akhirnya meninggalkan tempat itu. Tak begitu lama seteleh kepergiannya, sebagian rombongan pengawal Raja Soya tiba ditempat itu dan menemukan kulit jambu bekas Ta Ina Luhu Konon, rombongan itulah yang menamakan gunung tersebut dengan nama Gunung Nona. Sementara itu, Ta Ina Luhu terus memacu kudanya menuruni lereng gunung menuju pantai amahusu dengan kencang sehingga topinya diterbangkan angin .  Ketika sang putri hendak mengambil topi itu, tiba-tiba topinya berubah menjadi batu. Batu itu dinamakan Batu Capeu hingga sekarang.  Setelah itu Ta Ina Luhu melanjutkan perjalanannya. Namun, begitu ia hendak memacu kudanya, ia dihadang oleh pengawal Raja Soya. Ta Ina Luhu memohon agar tidak dibawa pulang ke istana Soya, karena ia tak mau merepotkan orang lain. Ketika salah seorang pengawal akan menarik tangannya, tiba-tiba Ta Ina Luhu menghilang secara gaib. Para pengawal Raja Soya kaget dan terperangah menyaksikan peristiwa ajaib itu. Sejak peristiwa itu, jika hujan bersamaan dengan cuaca panas, sering ada anak-anak yang hilang. Menurut kepercyaan masyarakat Ambon, makhluk halus yang suka menculik anak-anak adalah jelmaan dari Ta Ina Luhu. Hingga saat ini Ta Ina Luhu dikenal dengan Nenek Luhu.